LEARNING TOUR GERABAH BALONGMULYO SMAN 1 PAMOTAN
Artikel LEARNING TOUR GERABAH BALONGMULYO-SMAN 1 PAMOTAN
Langkah-langkah membuat wawancara :
Bab I PENDAHULUAN : - Latar belakang
- Tujuan
Bab II ISI LAPORAN : A. Pelaksana
- Pewancara
- Wawancara
- Topik
- Waktu dan tempat
B. transkip hasil wawancara
C. Analisis hasil. wawancara
Bab III PENUTUP : A. SIMPULAN
B. SARAN
BAB I PENDAHULUAN :
Latar belakang :
Ingin memberi informasi, membuat gerabah apa saja. Bahwa di sini membuat berbagia macam gerabah tempayan (genuk), cawan, periuk, kendi, kekep,nanangan,dan aneka bentuk pindangan ikan dan perkakas dapur dari tanah liat yang relatif tebal. Dan ingin mengetahui bagaimana cara membuat gerabah yang mana gerabah yang diproduksi di Balongmulyo ini masih menggunakan alat tradisional, serta ingin mengetahui dimana saja pemasaran gerabah yang diproduksi di Balongmulyo. Keterampilan membuat gerabah telah di lakukan sejak zaman dahulu dan telah menjadi bagian dari perkembangan peradaban bangsa di Nusantara,untuk mengembangkan keahlian ini dan jenis gerabah yang dihasilkan kebanyak berupa peralatan rumah tangga. Dengan kegunaan gerabah yang sangat beragam mulai hiasan ruangan, peralatan masak dan dapur hingga digunakan sebagai souvenir dengan ukuran yang sangat beragam.
Tujuannya :
1. Ingin mengetahui tentang definisi gerabah !
2. Ingin mengetahui pemasaran gerabah!
3. Ingin mengetahui bagaimana proses pembuatan gerabah!
BAB II ISI LAPORAN :
PELAKSANAAN
-Pewawancara :
Murid XI IPS 2
-Wawancara:
Nama: -
Alamat: Desa balongmulyo, Kec. Kragan, Kab. Rembang
Pekerjaan : Pembuat gerabah dan. penjual gerabah
Topik wawancara: pembuatan barang. gerabah
Waktu: Siang hari
Tempat: Desa Balongmulyo
HASIL WAWANCARA :
Wawancara. : assalamualaikum, bu
Narasumber :Waalaikum salam
Wawancara : bu izin minta waktunya sebentar untuk mewawancarai ibu untuk mencari informasi tentang gerabah
Narasumber :nggih monggo (iya,silahkan)
Wawancara : Sudah berapa lama bu bekerja sebagai pembuat gerabah?
Narasumber :awit cilik dek wes ono 30tahun. (sudah dari kecil nak sudah 30 tahun)
Wawancara : apa saja barang yang di buat bu?
Narasumber : yo iki dek, ana pot-potan, cowek, ngaron, genuk,kendil, sak piturute (ya ini nak, ada pot bunga, cobek, ngaron, genuk,kendil,dll).
Wawancara :ini menggunakan tanah apa bu?
Narasumber : tanah liat, dari taman sana.
Wawancara : untuk membuatnya itu membutuhkan waktu berapa jam atau berapa menit bu?
Narasumber : ini cairnya satu hari dik, ini satu hari mendapatkan 30 buah .
Wawancara : membuatnya bagaiman bu?
Narasumber : tanah liate di idak, di guyaang, di campur pasir nak gak dicampur pasir bledos seperti itu dek, terus di keringkan terus di plek-plek nganggo medok. ( tanah liatnya di pijak, di siram, pdicampur dengan pasir kalau tidak dicampur pasir pecah seperti itu dek, setelah itu dikeringkan,lalu di plek-plek pakai medok) .
Wawancara : apa itu medok, bu?
Narasumber :alat kanggo nutuki gerabah alate digawe soko kayu. (alat untuk tatap pukul gerabah,alatnya terbuat dari kayu).
Wawancara : untuk limbah gerabah yang rusak atau pecah di kemanakan bu?
Narasumber : yo barange sing rusak digeceki dek, wis gak iso digawe gerabah neh. (ya barang yang sudah rusak dileburkan dek, sudah tidak bisa dibuat gerabah lagi) .
Wawancara : barang yang paling banyak diminati para pembeli apa bu?.
Narasumber : ya cobek ,itu.
Wawancara : dimana saja pemasaran gerabah ini, bu?
Narasumber: dijual ke Lasem, Jatirogo, pamotan.
ANALISIS WAWANCARA :
GERABAH
gerabah di buat oleh warga Desa Bolongmulyo Kec. Kragan Kab. Rembang. Dengan membuat berbagai macam barang kebutuhan rumah tangga seperti cobek, kendil, ngaron, dll. "apa yang paling banyak di minati para pembeli?"
Barang yang paling banyak diminati adalah cobek sebagaai alat yang sering digunakan dalam memasak. Gerabah bahannya dari tanah liat.
Pembbuatan gerabah dengan cara berikut ini, proses pertama kita mengambil tanah liat dari tanah. Kemudian, proses kedua yaitu tanah liat di pijak lalu disiran dengan air ,setelah itu lalu membuat gerabah yang dilakukan dengan alat yang masih sangat sederhana. Kemudian proses ketiga yaitu pengeringan dengan dikeringkan lalu di plek-plek menggunakan alat medok. Medok yaitu salah satu alat dari proses pembuaatan gerabah medok digunakan untuk memukuli gerabah, medok ini terbuat dari kayu.
Proses terakhir yaitu pembakaran jika gerabah yang pada saat dibuat kurang pasir maka pada saat pembakaran gerabah akan pecah atau rusak dan tidak dapat digunakan atau dijual.
BAB III PENUTUP :
A. Simpulan :
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa gerabah terbuat dari tanah liat dengan proses yang masih dengan alat tradisional dan sangat sederhana. Dengan mengembangkan keahlian, tanah liat dibentuk berbagai macam gerabah yang dihasilkan mayoritas untuk kebutuhan rumah tangga. Mulai dari hiasan ruangan hingga alat kebutuhan rumah tangga.
B. Saran
1). Dalam rangka mengembangkan gerabah maka dapat di beri bantuan alat gerabah yang modern yang lebih praktis
2). Dengan seiring waktu kita pemuda harus ikut serta untuk melestarikan gerabah.
3). Mari kita menggunakan gerabah karena gerabah terbuat dari bahan alam asli yang kualitasnya sangat bagus.